PESONA TAMAN BALEKAMBANG - SURAKARTA

Pada
tanggal 9 Juni 2014, kami berkunjung ke Taman Balekambang Surakarta. Taman
Balekambang terletak di belakang daerah Manahan Surakarta dan dekat dengan
Terminal Tirtonadi Surakarta. Taman ini terletak di Jl. Ahmad
Yani, Surakarta
dengan area seluas 9,8 Ha dan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 sampai pukul
18.00 WIB setiap hari. Balekambang adalah
sebuah taman di Surakarta yang luas dengan segudang keindahannya.
Tak hanya warga Surakarta sendiri
yang suka mengunjungi taman ini untuk sekedar bersantai, untuk mengerjakan
tugas, atau untuk memancing, bahkan berwisata, tetapi orang penting dan artis
pun pernah mendatangi taman balaikambang ini, seperti pada gambar dibawah ini.

Taman Balekambang sering sekali digunakan untuk event
atau acara tertentu seperti ajang memasak di
acara TV seperti saat Farah Quin di acara Ala Chef yang dibintangi
olehnya, Farah menggunakan Taman Balekambang sebagai tempat untuknya memasak.
Dan Farah memasak didepan kolam yang ditengahnya terdapat patung Partinah
Bosch.

Dan ada pun orang penting yang berpengaruh di
masyarakat yang mengunjungi Taman Balaikambang, yaitu Bapak Ir H Joko Widodo dan
Bapak Ahok, beliau datang ke Balaikambang ini saat setelah menjadi Gurbernur
dan Wakil Gurbernur Jakarta.
Taman Balaikambang ini sudah ada sejak saat Bapak Ir H
Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo, karena Bapak Gurbernur Jakarta yang
lebih akrab disapa Jokowi lah yang mengesahkan dibukanya Taman Balaikambang
untuk umum.

Kemudian ada keistimewaan lain yang terdapat pada
Taman Balekambang yaitu kental dengan kebudayaannya, Taman ini seringkali
dijadikan sebagai tempat, ajang pementasan seni tari, karena di taman ini
sengaja disediakan tempat yang terdiri dari pendopo yang luas dan juga terdapat
desain yang disediakan untuk penonton duduk dan menikmati pertunjukkan yang
dihadirkan.

Ket. Saat bagian pelataran sedang dipergunakan.

Ket. Saat pelataran sedang tidak dipergunakan untuk
event
Pelataran ini memiliki banyak fungsi, selain untuk
pagelaran seni tari, wayang, dan music tradisional, tak sedikit para pengunjung
yang menggunakan lahan ini sebagai tempat untuk pemotretan.

Seperti contohnya beberapa gadis cantik ini, merekka
berpose di tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk penonton saat
ada pertunjukkan seni tari. Bagian tempat duduk yang disusun menurun seperti
bioskop ini didesain dengan aksen bebatuan yang menambah unik ketika diambil
oleh kamera, dipadukan bagian belakang terdapat pohon besar-besar yang rindang
dan asri dapat dijadikan background yang cantik dan indah.

Ket : Saat acara pagelaran seni tari yang dilakukan di
sepanjang jalan taman Balekambang.
Semakin masuk kedalam Taman Balekambang, akan semakin
terasa “suguhan” yang disajikan oleh taman ini, beberapa hewan rusa berlari dan
berjalan-jalan disekitar taman, ada juga bangsa bebek berwarna putih dengan
paruh berwarna orange yang sangat cantik. Rusa-rusa yang berada di Taman
Balekambang boleh anda beri makan karena rusa-rusa tersebut sangat ramah,
kemudian rusa-rusa tersebut bisa diajak berfoto jika pengunjung
menginginkannya.

Kemudian di
bagian tengah taman ini terdapat hamparan rumput yang luas seperti lapangan,
terdapat dua pohon beringin besar dan rindang yang berhadapan dan dipagari oleh
pagar tembok yang telah dicat warna abu-abu dan hijau. Taman ini sering
dipergunakan untuk bersantai sore hari dan tak sedikit beberapa mahasiswa
datang memakai almamater menggerombol membawa laptop mendiskusikan hal
tertentu, ada juga yang duduk biasa bersama teman-temannya membawa laptop dan
memakai fasilitas wi-fi yang disajikan oleh Taman Balekambang. Taman ini sangan
memanjakan para pengunjungnya dengan pemandangan yang indah, udara yang sejuk,
dan fasilitas seperti wi-fi yang dapat digunakan untuk browsing, mengerjakan
tugas, dan lain sebagainya.

Bagian taman ini juga tak sedikit yang
mempergunakannya sebagai ajang fotografi dan pemotretan karena hamparan
rumputnya yang luas dan angin yang berhembus dapat dimanfaatkan para fotografer
untuk memotret disini.


Di taman Balekambang ini terdapat dua patung, yang
pertama adalah patung Partinah Bosch, yang berada di tengah-tengah kolam ikan
disisi tengah taman.

Ket :
Patung Partinah Bosch
Kemudian terdapat patung Partini Tuin, patung ini
berada tengah-tengah kolam yang sering digunakan untuk bermain kapal-kapal
seperti bebek air, kereta air, dan lain sebagainya.

Ket :
Patung Partini Tuin
Konon cerita dari sejarah yang ada, Taman
Balekambang adalah taman yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara
VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Tuin dan
GRAy Partinah Bosch. Oleh karena itu, dua patung dari putri ini juga diletakkan
di dalam taman. Selain itu, taman yang terbagi dua juga diberi nama sesuai
dengan nama kedua putri, yaitu Partinah Bosch yang merupakan semacam hutan
kota, dan Partini Tuin, yang merupakan kolam air.
Taman
balekambang pada awalnya bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch yang
dibangun oleh KGPAA Mangkunegara
VII pada tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang
pada kedua putrinya, GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy
Partinah Sukanta, maka dibuatlah sebuah taman dengan mengabadikan nama
keduanya. Taman Balekambang memadukan konsep Eropa
dan Jawa.
Taman
ini terdiri atas dua area. Area yang pertama dinamakan Partini Tuin atau
Taman Air Partini, berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan
kotoran-kotoran yang ada di dalam kota juga digunakan untuk bermain perahu.
Area yang kedua bernama Partnah Bosch artinya Hutan Partinah yang
ditanami tumbuhan langka seperti kenari,
beringin putih, beringin sungsang, dan apel coklat.
Fungsi dari taman kota ini adalah sebagai resapan dan paru-paru kota.
Pada
mulanya taman ini tidak buka untuk umum pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII, baru
pada era KGPAA Mangkunegara
VIII Taman Balekambang mulai dibuka untuk umum.
Sejak itu mulai diselenggarakan beragam kesenian untuk rakyat seperti ketoprak lesung.
Kesenian ini ialah ketoprak
yang diiringi dengan alunan musik lesung.
Pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi atas Taman
Balekambang. Setelah itu Taman Balekambang mulai dimultifungsikan sebagai taman
seni & budaya, taman botani, taman edukasi, dan taman rekreasi.

Disisi pinggir-pinggir kolam ini
terparkir bebek-bebek dan kereta yang mengapung di air dan disewakan untuk
pengunjung yang ingin bermain-main dikolam dengan menaiki bebek-bebek dan
kereta air tersebut.
Tak jarang kolam dengan patung
Partini Tuin tersebut digunakan oleh para pengunjung untuk memancing, ketika
kami berkunjung, disisi kanan dan kiri kami terdapat para bapak-bapak yang
ditemani beberapa orang lainnya yang sedang memancing, tetapi bapak yang duduk
disebelah saya dan sedang memancing, ketika mendapatkan ikan, justru melepas
kembali pengait yang ditangkap oleh ikan kemudian melepas kembali ikan tersebut
ke air.

Kemudian disisi paling ujung taman
ini terdapat Taman Reptil yang berisi bermacam-macam hewan reptile di dalamnya,
seperti iguana, dan lain sebagainya.

Disebelah taman ini juga terdapat
mushola yang dapat digunakan para pengunjung untuk beribadah.
Dan belum lama ini Taman Balekambang
membangun pintu masuk dari sisi Jalan Raya dekan dengan Terminal Tirtonadi dan
lebih memudahkan pengunjung yang datang untuk masuk melalui pintu yang dekat
dengan jalan raya ini.

Inilah Taman Balekambang yang menjadi
paru-paru kota Solo. Taman yang menyuguhkan keindahan dan kenyamanan untuk
dinikmati oleh para pengunjungnya. Jika bertandang ke Solo, sempatkanlah datang
ke Taman Balekambang. Anda akan disajikan pemandangan yang menyenangkan.
ada yang bisa membantu agar gambar nya dapat ditampilkan?
BalasHapuscoba icon gambar disamping tombol "LINK" waktu mau publikasi
BalasHapus