Selasa, 10 Juni 2014

Pesona Taman Balekambang Surakarta


PESONA TAMAN BALEKAMBANG - SURAKARTA


Pada tanggal 9 Juni 2014, kami berkunjung ke Taman Balekambang Surakarta. Taman Balekambang terletak di belakang daerah Manahan Surakarta dan dekat dengan Terminal Tirtonadi Surakarta. Taman ini terletak di Jl. Ahmad Yani, Surakarta dengan area seluas 9,8 Ha dan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00 WIB setiap hari. Balekambang adalah sebuah taman di Surakarta yang luas dengan segudang keindahannya.
            Tak hanya warga Surakarta sendiri yang suka mengunjungi taman ini untuk sekedar bersantai, untuk mengerjakan tugas, atau untuk memancing, bahkan berwisata, tetapi orang penting dan artis pun pernah mendatangi taman balaikambang ini, seperti pada gambar dibawah ini.
Taman Balekambang sering sekali digunakan untuk event atau acara tertentu seperti ajang memasak di  acara TV seperti saat Farah Quin di acara Ala Chef yang dibintangi olehnya, Farah menggunakan Taman Balekambang sebagai tempat untuknya memasak. Dan Farah memasak didepan kolam yang ditengahnya terdapat patung Partinah Bosch.
Dan ada pun orang penting yang berpengaruh di masyarakat yang mengunjungi Taman Balaikambang, yaitu Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Ahok, beliau datang ke Balaikambang ini saat setelah menjadi Gurbernur dan Wakil Gurbernur Jakarta.
Taman Balaikambang ini sudah ada sejak saat Bapak Ir H Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo, karena Bapak Gurbernur Jakarta yang lebih akrab disapa Jokowi lah yang mengesahkan dibukanya Taman Balaikambang untuk umum.

Kemudian ada keistimewaan lain yang terdapat pada Taman Balekambang yaitu kental dengan kebudayaannya, Taman ini seringkali dijadikan sebagai tempat, ajang pementasan seni tari, karena di taman ini sengaja disediakan tempat yang terdiri dari pendopo yang luas dan juga terdapat desain yang disediakan untuk penonton duduk dan menikmati pertunjukkan yang dihadirkan.
Ket. Saat bagian pelataran sedang dipergunakan.
Ket. Saat pelataran sedang tidak dipergunakan untuk event
Pelataran ini memiliki banyak fungsi, selain untuk pagelaran seni tari, wayang, dan music tradisional, tak sedikit para pengunjung yang menggunakan lahan ini sebagai tempat untuk pemotretan.
Seperti contohnya beberapa gadis cantik ini, merekka berpose di tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk penonton saat ada pertunjukkan seni tari. Bagian tempat duduk yang disusun menurun seperti bioskop ini didesain dengan aksen bebatuan yang menambah unik ketika diambil oleh kamera, dipadukan bagian belakang terdapat pohon besar-besar yang rindang dan asri dapat dijadikan background yang cantik dan indah.
Ket : Saat acara pagelaran seni tari yang dilakukan di sepanjang jalan taman Balekambang.
Semakin masuk kedalam Taman Balekambang, akan semakin terasa “suguhan” yang disajikan oleh taman ini, beberapa hewan rusa berlari dan berjalan-jalan disekitar taman, ada juga bangsa bebek berwarna putih dengan paruh berwarna orange yang sangat cantik. Rusa-rusa yang berada di Taman Balekambang boleh anda beri makan karena rusa-rusa tersebut sangat ramah, kemudian rusa-rusa tersebut bisa diajak berfoto jika pengunjung menginginkannya.
 Kemudian di bagian tengah taman ini terdapat hamparan rumput yang luas seperti lapangan, terdapat dua pohon beringin besar dan rindang yang berhadapan dan dipagari oleh pagar tembok yang telah dicat warna abu-abu dan hijau. Taman ini sering dipergunakan untuk bersantai sore hari dan tak sedikit beberapa mahasiswa datang memakai almamater menggerombol membawa laptop mendiskusikan hal tertentu, ada juga yang duduk biasa bersama teman-temannya membawa laptop dan memakai fasilitas wi-fi yang disajikan oleh Taman Balekambang. Taman ini sangan memanjakan para pengunjungnya dengan pemandangan yang indah, udara yang sejuk, dan fasilitas seperti wi-fi yang dapat digunakan untuk browsing, mengerjakan tugas, dan lain sebagainya.

Bagian taman ini juga tak sedikit yang mempergunakannya sebagai ajang fotografi dan pemotretan karena hamparan rumputnya yang luas dan angin yang berhembus dapat dimanfaatkan para fotografer untuk memotret disini.

           
Di taman Balekambang ini terdapat dua patung, yang pertama adalah patung Partinah Bosch, yang berada di tengah-tengah kolam ikan disisi tengah taman.
Ket : Patung Partinah Bosch
Kemudian terdapat patung Partini Tuin, patung ini berada tengah-tengah kolam yang sering digunakan untuk bermain kapal-kapal seperti bebek air, kereta air, dan lain sebagainya.
Ket : Patung Partini Tuin
            Konon cerita dari sejarah yang ada, Taman Balekambang adalah taman yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Tuin dan GRAy Partinah Bosch. Oleh karena itu, dua patung dari putri ini juga diletakkan di dalam taman. Selain itu, taman yang terbagi dua juga diberi nama sesuai dengan nama kedua putri, yaitu Partinah Bosch yang merupakan semacam hutan kota, dan Partini Tuin, yang merupakan kolam air.
Taman balekambang pada awalnya bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang pada kedua putrinya, GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta, maka dibuatlah sebuah taman dengan mengabadikan nama keduanya. Taman Balekambang memadukan konsep Eropa dan Jawa.
Taman ini terdiri atas dua area. Area yang pertama dinamakan Partini Tuin atau Taman Air Partini, berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dalam kota juga digunakan untuk bermain perahu. Area yang kedua bernama Partnah Bosch artinya Hutan Partinah yang ditanami tumbuhan langka seperti kenari, beringin putih, beringin sungsang, dan apel coklat. Fungsi dari taman kota ini adalah sebagai resapan dan paru-paru kota.
Pada mulanya taman ini tidak buka untuk umum pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII, baru pada era KGPAA Mangkunegara VIII Taman Balekambang mulai dibuka untuk umum. Sejak itu mulai diselenggarakan beragam kesenian untuk rakyat seperti ketoprak lesung. Kesenian ini ialah ketoprak yang diiringi dengan alunan musik lesung.
Pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi atas Taman Balekambang. Setelah itu Taman Balekambang mulai dimultifungsikan sebagai taman seni & budaya, taman botani, taman edukasi, dan taman rekreasi.
Disisi pinggir-pinggir kolam ini terparkir bebek-bebek dan kereta yang mengapung di air dan disewakan untuk pengunjung yang ingin bermain-main dikolam dengan menaiki bebek-bebek dan kereta air tersebut.









Tak jarang kolam dengan patung Partini Tuin tersebut digunakan oleh para pengunjung untuk memancing, ketika kami berkunjung, disisi kanan dan kiri kami terdapat para bapak-bapak yang ditemani beberapa orang lainnya yang sedang memancing, tetapi bapak yang duduk disebelah saya dan sedang memancing, ketika mendapatkan ikan, justru melepas kembali pengait yang ditangkap oleh ikan kemudian melepas kembali ikan tersebut ke air.
            Kemudian disisi paling ujung taman ini terdapat Taman Reptil yang berisi bermacam-macam hewan reptile di dalamnya, seperti iguana, dan lain sebagainya.
            Disebelah taman ini juga terdapat mushola yang dapat digunakan para pengunjung untuk beribadah.
            Dan belum lama ini Taman Balekambang membangun pintu masuk dari sisi Jalan Raya dekan dengan Terminal Tirtonadi dan lebih memudahkan pengunjung yang datang untuk masuk melalui pintu yang dekat dengan jalan raya ini.
            Inilah Taman Balekambang yang menjadi paru-paru kota Solo. Taman yang menyuguhkan keindahan dan kenyamanan untuk dinikmati oleh para pengunjungnya. Jika bertandang ke Solo, sempatkanlah datang ke Taman Balekambang. Anda akan disajikan pemandangan yang menyenangkan.

2 komentar:

  1. ada yang bisa membantu agar gambar nya dapat ditampilkan?

    BalasHapus
  2. coba icon gambar disamping tombol "LINK" waktu mau publikasi

    BalasHapus